Jumat, 15 Februari 2013

cara memutihkan kulit secara alami

Cara Memutihkan Kulit – Mempunyai kulit wajah dan tubuh yang putih secara alami memang dambaan setiap wanita khususnya kaum remaja, Nah yang perlu menjadi catatan untuk Memutihkan Kulit disini Kalau pigmen kulit anda pada dasarnya cenderung berwarna gelap maka satunya cara untuk memutihkan adalah menggunakan obat – obatan an tertentu atau operasi kaya Michael Jackson he..he, Tapi saya percaya yang anda maksud dengan membuat kulit putih disini adalah cerah (tanpa merubah warna kulit). Kulit yang sehat tentu akan terlihat cerah dan indah dipandang tapi Untuk cara memutihkan kulit secara alami dan sehat tentu kita memerlukan kesehatan menyeluruh.

Di antara bahan-bahan yang sekarang mulai dipakai baik di ke dokteran maupun di salon kecantikan kulit, untuk memutihkan kulit adalah dengan cara pengelupasan sel-sel mati seperti produk dengan bahan aktif. Pada bagian kulit yang timbul flek-flek yang tidak merata, diperlukan produk tambahan yang mengandung bahan aktif yang dapat mengendalikan produksi pigment yang tidak merata. Peremajaan dan memutihkan kulit, harus dilakukan dengan aman dan efektif .

memutihkan-kulit
Tentunya kita perlu mengetahui informasi tentang bahan produk dan cara apa yang aman dan efektif untuk keindahan kulit kita. Kesabaran serta ketelitian harus di perlukan agar kita mendapatkan hasil yang baik dan maksimal. Perlu kita sadari, perawatan yang aman dan efektif dapat memerlukan waktu untuk mendapatkan hasil yang optimal. Ada perawatan kulit yang cepat dan dapat memberikan hasil yang efektif sementara, tetapi belum tentu dapat memberikan hasil yang aman.

Seringkali kita mendengar wanita menginginkan kulitnya menjadi lebih putih dan bersih, halus dan tidak berkerut, merawat kuku menjadi sehat dan menghilangkan jerawat. Perkembangan teknologi sekarang memungkinkan kita memutihkan kulit menjadi relatif lebih baik secara aman. Catatan penting yang harus di lakukan dalam hal memutihkan kulit :

1. Selalu gunakan Tabir Surya Lotion SPF 30. untuk aktifitas keluar, hindari paparan terik matahari di siang hari antara jam 10.00 – 14.00 (penyebab kulit jadi kusam).

 2. Gunakan Lotion yang mengandung AHA untuk perawatan Malam (membantu mencerahkan kulit dan mengangkat sela kulit mati)

3. Pakai aja lulur scrub mandi pemutih. Sudah banyak macam merk terjual dipasaran usahakan setiap mandi sore luluran. Asal rajin aja deh.

4. Untuk bagian tubuh, bila ingin memutihkan, pakailah Body Scrub yang juga mengandung Glycolic Acid, karena produk tersebut dapat melakukan pembersihan kotoran sekaligus juga dapat mengangkat sel-sel mati dipermukaan kulit tubuh. Agar terlihat lebih putih dan bercahaya.

Untuk Memutihkan Kulit Secara Alami bisa mencoba cara berikut ini dengan mengikuti langkah2 yang di sediakan :
  1. Rebus 150 gr labu lalu lumatkan dan campurkan satu buah mentimun berukuran sedang dengan blender. 
  2. Ramuan kedua Rendam 50 gr kacang kedelai selama beberapa jam, lalu haluskan dengan blender. 
  3. Sebelumnya bersihkan wajah dengan pembersih yang mengandung sari mentimun. Lalu oleskan krim mutiara (pearl cream) pada wajah secara merata, pijat perlahan-lahan memutar dan diamkan beberapa saat. Olesi wajah dengan jus mentimun 1/3 bagian saja secara tipis dan merata, lakukan juga pijatan ringan merata kurang lebih 1 menit. 
  4. Langkah selanjutnya ada penguapan pada wajah dengan mencampurkan sisa jus mentimun ke dalam baskom berisi air panas. Biarkan uap air itu mengenai wajah anda selama 5-10 menit hingga wajah anda terasa hangat. Lalu oleskan secara tipis jus kacang kedelai pada wajah dan pijat secara merata selama 5 menit. Diamkan sesaat dan kemudian hapus semua dengan waslap basah. 
  5. Terakhir gunakanlah lumatan labu sebagai masker wajah dan biarkan selama 20 menit, lalu bersihkan. Maka wajah anda akan tampak lebih bersih dan putih dalam waktu yang lebih singkat daripada produk pemutih lainnya.
Banyak yang menyarankan kalau mau cepet pergi aja ke klinik kecantikan yang ada dermatologisnya, sekarang banyak pengembangan pencerahan kulit mulai dari peeling, pengangkatan sel mati sampai penyuntikan vitamin C (yang bisa mencerahkan kulit sehingga terlihat lebih putih) namun juga cuman bertahan sekitar 2-3 bulan abis itu klo mau ya suntik lagi. klo mau seperti itu bisa saja asal juga kuat bayar mahal.tapi, untuk apa semua itu kan artificial ? bertahan juga beberapa bulan, lebih baik melakukan perawatan normal yang rutin saja.

Rabu, 06 Februari 2013

PENYEBAB PENYAKIT KUSTA

PENYEBAB PENYAKIT KUSTA 
 Cara penularan yang pasti belum diketahui, tetapi menurut sebagian besar para ahli adalah melalui :
Timbulnnya penyakit kusta pada seseorang tergantung pada beberapa faktor yaitu :
a.Sumber-sumber penularan, adalah penderita type MB yang belum diobati atau tidak teratur berobat.
b.Kuman kusta : Kuman kusta yang utuh (solit)
c.Daya tahan tubuh

Pemeriksaan Klinis
a.Persiapan
1) Tempat (tempat pemeriksaan harus cukup terang, sebaiknnya di luar rumah )
2) Waktu pemeriksaan (pemeriksaan dilakukan pada siang hari dengan penerangan sinar matahari)
3) Yang diperiksa (diberikan penjelasan kepada yang akan diperiksa dan keluarga tentang cara pemeriksaan)
b.Pelaksanaan pemeriksaan :
1) pemeriksaan pandang
Pemeriksaan dimulai dengan orang yang diperiksa berhadapan dengan petugas dan dimulai dari kepala (muka, cuping telinga kiri, cuping telinga kanan, pipi kanan, hidung, mulut, dagu, leher bagian depan). Penderita diminta memejamkan mata, untuk menggerakan mulut, bersiul, dan tertawa untuk mengetahui fungsi syaraf wajah. Semua kelainan kulit diperhatikan, seperti adanya macula, nodul, penebalan kulit dan kehilangan rambut.

2) Pemeriksaan rasa raba pada kelaianan kulit
kapas, jarum pentul (rasa nyeri), air panas atau dingin dalam tabung reaksi (rasa suhu). Dengan cara dioles dari bagian tengah bercak ke tepi. Prinsip pada pemeriksaan rasa raba adalah pasien harus memejamkan mata, ini supaya pasien tidak berbohong pada petugas. Jadi data yang diperoleh pun menjadi lebih valid.
3) Pemeriksaan syaraf tepi dan fungsinnya
Raba syaraf tepi : nervus ulnaris, nervus radialis, nervus aurikularis magnus, nervus poplitea. Pentingnya mencacat apakah syaraf tepi tersebut nyeri tekan atau tidak adalah dengan memperhatikan raut muka penderita apakah kesakitan atau tidak pada waktu diraba.
4) Pemeriksaan pembantu
a. Tes keringat dengan pensil tinta, pada lesi akan hilang sedang pada kulit normal ada bekas tinta (tes Gunawan).
b. Pemeriksaan histopatologi dan tes lepromin, untuk klasifikasi penyakit.
c. Pemeriksaan bakteriologi : untuk menentukan indek bakteriologi (IB) dan indek morfologi (IM). Pemeriksaan penting untuk menilai hasil pengobatan dan menentukan adanya resistensi pengobatan. Beberapa ketentuan lokasi pengambilan sediaan (sediaan diambil dari kelainan kulit yang paling aktif, kulit muka lebih baik dihindari karena alasan kosmetik, pada pemeriksaan pengulangan dilakukan pada lokasi kelaianan kulit yang sama, bila perlu ditambah dengan lesi kulit yang baru).


Pengobatan
MDT adalah singkatan dari Multi Drug Therapy yang artinya pengobatan kombinasi. Jumlah obat dan lamanya pengobatan pada penderita kusta tergantung dari klasifikasi penderita, bila ragu-ragu penderita digolongkan tipe PB atau MB maka penderita diobati sebagai kusta tipe MB.
1) Tujuan pengobatan :
a) Menyembuhkan penderita kusta dan mencegah timbulnya atau bertambahnya cacat.
b) Memutuskan mata rantai penularan dari penderita kusta, terutama tipe yang menular (MB) ke orang lain.
c) Mencegah timbulnya resistensi.

2) Prinsip pengobatan :
a) Sedini mungkin, pada penderita PB yang berobat dini dan teratur akan cepat sembuh tanpa menimbulkan cacat. Akan tetapi bagi penderita yang sudah dalam keadaan cacat pengobatan hanya dapat mencegah cacat yang lebih parah.
b) Secara teratur, bila penderita tidak makan obat secara teratur, maka maka kuman kusta dapat menjadi aktif kembali dan memberikan gejala-gejala baru pada kulit dan syaraf.

3. Obat-obat yang digunakan :
a) DDS (Dapsone) : Diamino Diphenyl Sulfone
1) Bentuk tablet, warna putih, takaran 50 mg / tablet dan 100 mg / tablet.
2) Sifat : bakteriostatik, menghalanngi atau menghambat pertumbuhan kuman kusta.
3) Dosis : Dewasa 100 mg / hari, anak-anak 1 mg /kg BB / hari.
4) Efek samping : jarang terjadi.
b) Lamprene (B663) : Clorfazimine
1) Bentuk kapsul, warna coklat, takaran 50 mg / kapsul dan 100 mg / kapsul.
2) Sifat : Bakteriostatik, menghambat pertumbuhan kuman kusta dan anti reaksi (menekan reaksi)

3) Efek samping :
(1) Warna kulit terutama pada infiltrasi berwarna ungu sampai kehitam-hitaman
(2) Gangguan pencernaan : nyeri pada lambung.
c) Rifampicin
1) Bentuk kapsul, takaran 150 mg, 300 mg dan 600 mg
2) Sifat : Bakteriosid (mematikan kuman)
3) Efek samping : dapat menimbulkan kerusakan pada hati dan ginjal, flu sindrom, badan panas, beringus, lemah., akan hilang bila diberi obat simtomatis.
4) Dosis : Untuk anak-anak 10-15 mg / kg BB / hari.
d) Prednison
Diberikan untuk menghadapi reaksi.
e) Vitamin A
Digunakan untuk menyehatkan kulit yang bersisik (ichtiosis)

Pencegahan secara umum adalah mengambil tindakan terlebih dahulu sebelum kejadian. Dalam mengambil langkah-langkah untuk pencegahan, haruslah didasarkan pada data / keterangan yang bersumber dari hasil analisis epidemiologi atau hasil pengamatan / penelitian epidemiologis. Ada tiga tingkatan pencegahan penyakit menular secara umum yakni :
1) Pencegahan tinngkat pertama
Sasaran ditujukkan pada faktor penyebab, lingkungnan serta faktor pejamu.
a) Sasaran yang ditujukan pada faktor penyebab yang bertujuanuntuk mengurangi penyebab atau menurunkan penngaruh penyebab serendah mungkin dengan usaha antara lain : desinfeksi, pasteurisasi, sterilisasi yang bertujuan untuk menghilangnkan mikro-organisme penyebab penyakit, menghilangkan sumber penularan maupun memutuskan rantai penularan, disamping karantina dan isolasi yang juga dalam rangka memutus rantai penularan, serta mengurangi / menghindari perilaku yang dapat meningkatkan resiko perorangan dan masyarakat.
b) Mengatasi / modifikasi lingkungan melalui perbaikan lingkungan fisik seperti peningkatan air bersih, sanitasi lingkungan dan perumahan serta bentuk pemukiman lainnya.
c) Meningkatkan daya tahan pejamu melalui perbaikan status gizi, status kesehatan umum dan kualitas hidup penduduk, pemberian imunisasi serta berbagai bentuk pencegahan khusus lainnya serta usaha menghindari pengaruh faktor keturunan dan peningkatan ketahanan fisik melalui olah raga kesehatan.
2) Pencegahan tingkat kedua
Sasaran pencegahan ditujukan pada mereka yang menderita atau yang dianggap menderita (suspek) atau yang terancam akan menderita (masa tunas). Adapun tujuan tingkat kedua ini meliputi diagnosis dini dan pengobatan yang tepat agar dapat dicegah meluasnya penyakit atau untuk mencegah timbulnya wabah, serta untuk segera mencegah proses penyakit lebih lanjut serta mencegah terjadinya komplikasi, antara lain :
a) Pencarian penderita secara dini dan aktif melalui peningkatan uasaha surveillans penyakit tertentu, pemeriksaan berkala serta pemeriksaan kelompok tertentu (calon pegawai, ABRI, mahasiswa dan lain sebagainya), penyaringan (screening) untuk penyakit tertentu secara umum dalam masyarakat, serta pengobatan dan perwatan yang efektif.
b) Pemberian chemoprophylaxis yang terutama bagi mereka yang dicurigai berada pada proses prepatogenesis dan patogenesis penyakit tertentu.

3) Pencegahan tingkat ketiga
Sasaran pencegahan adalah penderita yang menderita penyakit tertentu dengan tujuan mencegah jangan sampai mengalami cacat atau kelainan permanent, mencegah bertambah parahnya suatu penyakkit atau mencegah kelainan akibat penyakit tersebut. Pada tingkat ini juga dilakukan usaha rehabilitasi untuk mencegah terjadinnnya komplikasi dari penyembuhan suatu penyakit tertentu. Rehabilitasi adalah usaha pengembalian fungsi fisik, psikologis dan sosial seoptimal mungkin.
b. Pencegahan Penularan Penyakit Kusta
Cara penularannya saja belum diketahui pasti, hanya berdasarkan anggapan yang klasik ialah melalui kontak langsung antar kulit yang dan erat. Anggapan kedua ialah secara inhalasi, sebab M. leprae masih dapat hidup beberapa hari dalam droplet
Tapi cara penularan menurut Ditjen PPM dan PLP dan Dinkes RI antara lain : tergantung dari sumber penularannya yaitu kusta tipe multi basiler (MB), kuman kusta yang solit, dan daya tahan tubuh.
Kemudian yang mempengaruhi timbulnya penyakit kusta antara lain :
1. Sosial ekonomi (dimana kusta banyak terdapat di negara berkembang dan golongan sosial ekonomi lemah)
2. Dan juga dari faktor lingkungan yang kurang memenuhi kebersihan
Basil ini dapat ditemukan dimana-mana, misalnya didalam tanah, air, udara, dan pada manusia terdapat dipermukaan kulit, rongga hidung, dan tenggorokan. Basil ini dapat berkembang biak didalam otot polos / otot bergaris sehingga dapat ditemukan pada otot erector pili, otot dan endotel kapiler, otot di skrotum, dan otot iris mata. Kuman dapat ditemukan di kulit, folikel rambut, kelenjar keringat, dan air susu ibu, jarang didapat dalam urine. Spuntum dapat banyak mengandung M.leprae yang berasal dari traktus respiratorius atas
Menurut kader kusta di Dinkes Ponorogo, cara pencegahan penularan kusta yang utama adalah melalui pengobatan. Sedang menurut kader kusta di Puskesmas Balong Ponorogo, selain pengobatan adalah dengan menghindari atau mengurangi kontak fisik dan peningkatan dari personal hygiene.
Maka jelaslah dari keterangan diatas dapat disimpulkan bahwa pencegahan penularan kusta adalah :
a. Pengobatan sejak dini dan teratur.
b. Hindari atau kurangi kontak fisik yang lama.
c. Meningkatkan personal hygiene atau kebersihan diri dan lingkungan.
d. Meningkatkan atau menjaga daya tahan tubuh, dengan olah raga dan peningkatan pemenuhan nutrisi.
e. Jangan bertukar pakaian dengan penderita, basil dapat ditemukan pada kelenjar keringat.
f. Sendirikan peralatan mandi dan makan pasien.
g. Dan khususnya bagi penderita kusta tipe MB jangan meludah sembarangan, karena basil ini masih bisa hidup beberapa hari dalam droplet.
Meskipun hal-hal diatas tidak bisa menjamin tidak akan tertular kuman mycobacterium leprae, dikarenakan penyebab pasti dari penularan kusta belum diketahui secara pasti. Akan tetapi dengan cara-cara diatas diharapkan angka penularan kusta dapat diperkecil / dikurangi.

cara menghadapi stress

Cara Mengahapi Stres

Pertama-tama, anda harus belajar mengenali stres:
Gejala-gejala stres mencakup mental, sosial dan fisik. Hal-hal ini meliputi kelelahan, kehilangan atau meningkatnya napsu makan, sakit kepala, sering menangis, sulit tidur dan tidur berlebihan. Melepaskan diri dari alkohol, narkoba, atau perilaku kompulsif lainnya sering merupakan indikasi-indikasi dari gelaja stres. Perasaan was-was, frustrasi, atau kelesuan dapat muncul bersamaan dengan stres.
Jika anda merasa stres mengaruhi pelajaran anda,
langkah pertama adalah mencari bantuan melalui pusat koseling di sekolah anda.

Manajemen stres adalah kemampuan untuk mengendalikan diri ketika situasi, orang-orang, dan kejadian-kejadian yang ada memeberi tuntutan yang berlebihan. Apa yang dapat anda lakukan untuk mengatur stres anda? Strategi-strategi apa yang ada?
Perhatikan lingkunga sekitar anda
Lihatlah mungkin ada sesuatu yang benar-benar dapat anda ubah atau kendalikan dalam situasi tersebut.
Belajarlah cara terbaik untuk merelaksasikan diri anda Meditasi dan latihan pernafasan telah terbukti efektif dalam mengendalikan stress. Berlatihlah untuk menjernihkan pikiran anda dari pikiran-pikiran yang menggangu.
Jauhkan diri anda dari situasi-situasi yang menekan
Beri diri anda kesempatan untuk beristirahat biarpun hanya untuk beberapa saat setiap hari.
Tentukan tujuan yang realistis bagi diri anda sendiri Dengan mengurangi jumlah kejadian-kejadian yang terjadi dalam hidup anda, anda akan dapat mengurangi beban yang berlebihan.
Jangan mempermasalahkan hal-hal yang sepele
Cobalah untuk memprioritaskan beberpa hal yang benar-benar penting dan biarkan yang lainnya mengikuti.
Jangan membebani diri anda secara berlebihan
dengan mengeluh mengenai seluruh beban kerja anda. Tangani setiap tugas sebagaimana mestinya, atau tangani secara selektif dengan memperhatikan beberapa prioritas.
Secara selektif ubahlah cara anda bereaksi
Tapi jangan terlalu banyak sekaligus. Fokuskan pada satu masalah dan kendalikan reaksi anda terhadap hal ini.
Ubahlah cara pandang anda
Belajarlah untuk mengenali stress. Tingkatkan reaksi tubuh anda dan buatlah pengaturan diri terhadap stress.
Hindari reaksi yang berlebihan;
Mengapa harus membenci jika sedikit tidak suka sudah cukup? Mengapa harus merasa bingung jika cukup dengan hanya merasa gugup? Mengapa harus mengamuk jika marah saja sudah cukup? Mengapa harus depresi ketika cukup dengan merasa sedih?
Lakukan sesuatu untuk orang lain
Untuk melepaskan pikiran dari masalah anda sendiri.
Tidur secukupnya
Kurang istirahat hanya akan memperburuk stress.
Hindari stress
Dengan kegiatan-kegiatan fisik, misalnya jogging, tennis ataupun berkebun.
Hindari pengobatan diri sendiri atau menghindar
Alkohol dan obat-obatan dapat menyembunyikan stres. Namun tidak dapat membantu memecahkan masalah.
Tingkatkan ketahanan diri anda
Yang harus digarisbawahi dari manajemen stress adalah ?Saya membuat diri saya sendiri sedih?
Cobalah untuk ?memanfaatkan? stress
Jika anda tidak dapat melawan apa yang mengganggu anda, dan anda tidak dapat menghindar darinya, berjalanlah seiring dengannya dan cobalah untuk memanfaatkannya secara produktif.
Cobalah untuk menjadi seseorang yang positif
Tanamkan pada diri anda bahwa anda dapat mengatasi segala sesuatu dengan baik daripada hanya memikirkan betapa buruknya segala sesuatu yang terjadi. ?Stress sebenarnya dapat membantu ingatan, terutama pada ingatan jangka pendek dan tidak terlalu kompleks. Stress dapat menyebabkan peningkatan glukosa yang menuju otak, yang memberikan energi lebih pada neuron. Hal ini, sebaliknya, meningkatkan pembentukan dan pengembalian ingatan. Di sisi lain, jika stress terjadi secara terus-menerus, dapat menghambat pengiriman glukosa dan mengganggu ingatan.? All Stress Up, St. Paul Pioneer Press Dispatch, hal 8B, Senin, 30 November 1998.
Yang terpenting, jika stress menempatkan anda dalam keadaan yang tidak teratasi atau mengganggu kegiatan sekolah anda, kehidupan sosial ataupun kehidupan kerja,
carilah bantuan ahli di pusat konseling sekolah anda.